My Fav Song

Selasa, 30 Oktober 2012

Sosial Internasional "Konflik Suriah Semakin Brutal"


Konflik Suriah Semakin Brutal

Konflik Suriah semakin brutal sementara negara-negara lain mempersenjatai kedua pihak berseteru sehingga memperluas kesengsaraan dan menimbulkan konsekuensi tidak dikehendaki.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, Selasa, menyatakan, "Konflik semakin brutal." Ban menyatakan itu dalam Sidang Majelis Umum PBB tentang konflik 17 bulan itu. "Militerisasi yang terus berlangsung dalam koflik itu menimbulkan bahaya besar dan sangat tragis," katanya.

Pejabat PBB dan Barat menuduh Iran memasok senjata ke pasukan pro-pemerintah, sementara Damaskus menuduh Qatar dan Arab Saudi mempersenjatai pemberontak, yang bertujuan menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

"Mereka yang memberikan senjata kepada pihak lainnya hanya menambah kesengsaraan lebih jauh dan risiko akan konsekuesi yang tidak dikehendaki sementara pertempuran meningkat dan meluas," katanya.

Satu tim ahli yang independen Dewan Keamanan PBB yang memantau sanksi-sanksi terhadap Iran mengungkapkan beberapa contoh Iran mengirim senjata-senjata kepada pemerintah Suriah. Amerika Serikat dan Inggris mengatakan mereka memberikan bantuan non-perang kepada pemberontak Suriah seperti peralatan komunikasi tetapi tidak senjata.

"Konflik itu meningkat," kata Ban. Semakin lama berlangsung, akan semakin sulit diatasi.Semakin sulit diatasi akan semakin sulit mencari satu penyelesaian polltik. Tantangan semakin berat adalah membangun kembali negara dan ekonomi."

Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara bulan lalu dengan suara bulat menyetujui stu resolusi tidak mengikat, yang menyatakan "sangat prihatn" atas peningkatan aksi kekerasan di Suriah dan mengecam Dwan Keamanan PBB karena gagal melakukan tindakan keras.

Saat Suriah semakin dekat pada perang saudara, Dewan Keamanan PBB gagal melakukan tindakan keras karena Rusia dan China menghambat tiga resolusi dukungan Barat yang mengecam Bashar dan mengancam sanksi-sanksi. Satu pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis, mengenai krisis itu gagal mencapai hasil baru.

"Berapa banyak lagi anak-anak akan menghadiri pemakaman orang-orang tua mereka; berapa banyak lagi orang-orang tua akan mwnangis pada pemakaman anak-anak mereka, sebelum semua pihak sepakat untuk menghentikan aksi kekerasan dan pengrusakan? kata Ban.

"Rakyat Surah telah menunggu terlalu lama," katanya. "Dan sekarang seluruh kawasan itu dilanda dinamika yang rumit dari konflik itu."

Penengah baru PBB-Liga Arab, Lakhdar Brahimi, yang mengambil alih peran penengah, Sabtu, menyebut usahanya untuk melakukan perdamaian sebagai "hampir tidak mungkin," juga berpidato secara singkat di  Majelis Umum PBB itu.

"Jumlah korban tewas terus meningkat, kehancuran mencapai tingkat yang parah dan penderitaan meningkat," kata Brahimi.

Diplomat kawakan Aljazair itu menggantikan Kofi Annan sebagai penengah internasional dalam konflk Suriah. Annan menyalahkan Dewan Keamanan menggagalkan usaha enam bulannya untuk mewujudkan perdamaian dan menyebabkan ia memutuskan mengudurkan diri.

Utusan Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari, mengatakan Damaskus "terbuka dan berkomitmen penuh pada misi Brahimi dalam usahanya untuk menghentikan aksi kekerasan dan mencarikan satu solusi politik yang dilakukan rakyat Suriah sendiri bagi kriss itu."

"Saya menyerukan kepada semua negara anggota, terutama yang punya pengaruh langsung... kepada pihak-pihak yang menolak dialog politik dan penghentian aksi kekerasan, Saya menyeru kepada mereka mengikuti langkah-langkah Suriah dan secara serius membantu Lakhdar Brahimi," kata Ja'afari.

Ban menyebut tugas Brahimi sebagai "berat sekali, tetapi bukan tidak dapat diatasi" dan mengatakan ada yang hilang dalam usaha-usaha internasional untuk menghentikan konflik itu adalah "satu kesatuan usaha yang akan memiliki dampak di lapangan."

Iran pekan lalu mengatakan pihaknya akan membentuk satu tim dengan negara-negara Nonblok lainnya untuk mencari solusi-solusi atas krisis itu, sementara AS mengatakan pihaknya akan berpaling pada alternatif-alternatif seperti "Sahabat-Sahabat Suriah" yang menghimpun negara-negara sekutu untuk menekan Bashar setelah Dewan Keamanan gagal bertindak.

PBB mengatakan hampir 20.000 orang tewas dalam konflik itu, yang dipicu satu peberontakan rakyat terhadap Bashar.

Ban mengatakan situasi kemanusiaan "mencekam dan memburuk" dan tanggapan bantuan internasional terbatas akibat kurangnya dana.

Bashar Selasa berjanji akan mengizinkan Palang Merah memperluas operasi kemanusiaannya.PBB mengatakan lebih dari 235.000 pengungsi Suriah terdafar di Irak,Jordania, Lebanon dan Turki, sementara sekitar 1,2 juta orang terlantar di Suriah.


Sosial Regional "Situasi Konflik Myanmar Diklaim Sudah Dapat Dikendalikan"


Situasi Konflik Myanmar Diklaim Sudah Dapat Dikendalikan

Situasi di kotapraja yang dilanda kerusuhan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar barat, pada dasarnya telah dapat dikendalikan dan pengamanan ditingkatkan. Tapi, pembakaran terjadi di beberapa daerah meskipun tak ada korban jiwa.

''Sebanyak 119 rumah dan satu gedung di Kotapraja Thandwe, Pauktaw, Kyaukphyu serta Yanbye musnah dilahap api,'' kata sumber.

Berbagai upaya dilancarkan guna mengembalikan kondisi normal di bawah kendali hukum. Peningkatan kondisi di negara bagian tersebut terwujud melalui kerja sama dengan warga setempat, pemerintah lokal, polisi dan Angkatan Bersenjata.

Kerusuhan baru-baru ini terjadi di sembilan daerah yakni Myaebon, Mrauk U, Kyauk Phyu, Minbya, Yathedaung, Kyauktaw, Pauktaw, Thandwe dan Yanbye. Menurut keterangan paling akhir tentang korban jiwa yang dikeluarkan oleh Kementerian Penerangan, sebanyak 67 orang tewas dan 95 orang lagi cedera dalam kerusuhan baru sektarian yang terjadi di tujuh kotapraja dari 21 sampai 25 Oktober.

Negara Bagian Rakhine telah dinyatakan dalam kondisi darurat sejak 10 Juni. Larangan keluar rumah diberlakukan di enam kotapraja --Maungtaw, Buthidaung, Sittway, Thandwe, Kyaukphyu dan Yanbye.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/10/28/mckyjz-situasi-konflik-myanmar-diklaim-sudah-dapat-dikendalikan

Sosial Nasional "Kemiskinan di Indonesia dan Penanggulangannya"


Kemiskinan di Indonesia dan Penanggulangannya

Beberapa tahun ke belakang, kemiskinan di Indonesia dan penanggulangannya telah menjadi prioritas pembangunan dan menjadi agenda pokok yang mengerahkan berbagai sumber daya pembangunan. Selama itu pula, dinamika kemiskinan dan penanggulangannya di Indonesia juga turut berkembang. Sampai dengan Maret 2012, tingkat kemiskinan telah turun menjadi 11.96 persen (29.13 juta jiwa). Sebelumnya, sampai dengan Maret 2011, tingkat kemiskinan nasional menurun hingga 12,49 persen, dari 13,33 persen pada tahun 2010. Selanjutnya, pada periode September 2011, tingkat kemiskinan menurun lagi menjadi 12,36 persen. “Diharapkan tingkat kemiskinan nasional akan dapat diturunkan lagi pada kisaran 9,5-10,5 persen pada tahun 2013,” ungkap ibu Armida, dalam Konferensi Pers Kementerian PPN/Bappenas, pada hari Senin, (13/8), bertempat di Ruang Serba Guna, Gedung Bappenas. Hal ini, menurut Menteri PPN/ Kepala Bappenas, mencerminkan bahwa pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan jangka pendek sudah berjalan dengan baik.

            Diakui oleh Ibu Armida dalam paparannya, penduduk miskin di Indonesia tersebar tidak merata. Jumlah terbesar dari penduduk miskin sebesar 57,8 persen berada di pulau Jawa. Lalu sebanyak 21 persen di Sumatera, 7,5 persen di Sulawesi, 6,2 persen di Nusa Tenggara, 4,2 persen di Maluku dan Papua dan angka terkecil sebesar 3,4 persen tersebar di Kalimantan. Angka kemiskinan tidak dapat turun dengan signifikan karena inflasi yang dirasakan oleh masyarakat miskin juga tinggi. Kondisi global yang berimbas pada situasi nasional, mendorong kenaikan harga-harga, kenaikan bahan-bahan pokok yang tertinggi di antara kelompok pengeluaran untuk bahan-bahan lainnya. Pengeluaran rumah tangga miskin untuk bahan pokok ini rentan terhadap kenaikan harga pangan. Bahkan pada tahun 2005, meski terjadi pertumbuhan, tetapi dengan poverty basket inflation tercatat sampai dengan 12,78 persen karena adanya kenaikan harga BBM, yang memicu kenaikan harga bahan pokok sehingga berdampak pada kenaikan angka kemiskian. Oleh karenanya, stabilitas harga pangan harus dijaga.Tercatat pada tahun 2006, angka kemiskinan naik dari 15,97 persen menjadi 17,75 persen.

            Selanjutnya, berdasarkan series status kemiskinan selama 4 tahun, terlihat bahwa jumlah penduduk sangat miskin semakin berkurang setiap tahunnya. Hal ini terlihat pada tahun 2010 jumlah penduduk sangat miskin sebesar 4,56 persen turun menjadi 4,37 persen pada tahun 2011. Sebaliknya, penduduk hampir miskin bertambah sebagai akibat adanya penduduk miskin yang keluar dari garis kemiskinan, tetapi masih rentan untuk jatuh lagi ke dalam garis kemiskinan. Tercatat pada tahun 2011, jumlah penduduk hampir miskin sebesar 11,28 persen dari jumlah 9,88 persen pada tahun 2010.

              Ke depan, lanjut Ibu Armida, akan terus diupayakan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas. Kebijakan tersebut di antaranya peningkatan dampak pencapaian MP3EI dengan menambah kesempatan kerja dan menurunkan angka pengangguran, dan penyiapan MP3KI dengan fokus jangka pendek rekonsolidasi program penangulanggan kemiskinan melaui RAN-PPK. Selain itu, perlu juga dilakukan pengendalikan inflasi daerah sebagai natural protection untuk orang miskin, pelaksanaan program Pro-Rakyat (Klaster 4 Program Penanggulangan Kemiskinan).



Sosial Lokal "Polres Jaktim Apresiasi Damai Pelajar se-Jakarta Timur"


Polres Jaktim Apresiasi Ikrar Damai Pelajar se-Jakarta Timur

Wakapolres Jakarta Timur mengapresiasi ikrar damai Forum Pelajar Osis Jakarta Timur (FPOJT) di Festival Banjir Kanal Timur (FBKT) untuk peringatin Hari Sumpah Pemuda. Sebelum sambutan puluhan pelajar melakukan teaterikal 'Tawuran Pelajar'

"Kita tahu belakangan ini banyak pelajar menjadi pelaku tindakan kekerasan, kita sadar hal ini sudah sering terjadi. Namun pada hari ini para pelajar se-Jakarta Timur memiliki pemikiran yang sangat baik, yang bersama-sama berikrar untuk menunjukan mereka semua pelajar anti kekerasan," ujar Wakapolres Jakarta Timur, AKBP Eko Kristianto, dalam sambutannya di penutupan FBKT 2012, Minggu (28/10/2012).

Menurutnya sebagai seorang pelajar dapat tertib di sekolah maupun di luar sekolah dan ikrar damai ini merupakan momen penting bagi pelajar di seluruh Jakarta Timur.

"Karena selama ini belum pernah dilakukan di Jakarta Timur. Dan selama ini kejadian di Jakarta Timur tawuran pelajar selalu terjadi di sebuah fly over di Jakarta Timur yang menyebutkan fly over menjadi 'jalur neraka'. Karena dari beberapa pelajar berkumpul dan menghadang di situ. Namun ini tidak mungkin akan reda dan berhasil tanpa ada keterlibatan pelajar sendiri," ujarnya.

Eko mengapresiasi kepada rekan-rekan pelajar yang tergabung dalam Forum Pelajar Osis Jakarta Timur (FPOJT).

"Maka itu kami apresiasi kepada Forum Pelajar Osis Jakarta Timur. Memang tawuran pelajar bukan menjadi momok untuk di Jakarta Timur, namun korban masih banyak terjadi. Di bulan ini ada yang masih di rumah sakit dan meninggal, bahkan masih mendekam di Polres Jakarta Timur," tandasnya.

Adapun ikrar damai pelajar Jakarta Timur tersebut dibacakan oleh Furi (siswa SMU 9) sebagai berikut :

1. Kami pelajar di wilayah Jakarta Timur beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, taat hukum dan menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945,

2. Kami pelajar di wilayah Jakarta Timur menolak keras segala bentuk kekerasan dimana pun dan kepada siapapun

3. Kami pelajar di wilayah Jakarta Timur akan senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, baik di lingkungan sekolah, maupun di luar sekolah, dengan menaati seluruh peraturan dan UU yang berlaku

4. Kami pelajar di wilayah Jakarta Timur siap menjaga harkat dan martabat kami sebagai pelajar bertanggung jawab atas masa depan kami, dan masa depan bangsa kami,